Rabu, 21 Juni 2017

A HARD DAYS NIGHT VOL.1

Sebuah gig yang dikerjakan bareng oleh Reza Eje, Roro Silva, Coffie Stelsel dan owner nya, Iim dan Seven Studio nya, semua band yang main, semua buda buda yang datang, dan Tuhan Yang Maha Esa dengan restuNya.

Saya masih sering mendengar pertanyaan "acara ape nih?" dari seseorang ketika didepan mata nya sudah jelas ada satu set alat band, ada sebuah flyer bertuliskan nama - nama band, atau bahkan disaat didepan matanya ada sebuah band yang sedang tampil. Apa perlu ada jawaban untuk pertanyaan tersebut? Saya juga masih sering mendapatkan pertanyaan "acara sape nih?" dan yang bertanya itu hanya sekedar bertanya dan lalu pergi (karena memang sedari awal dia sudah tidak perduli sama sekali).

Bagi saya, sebuah acara yang menampilkan aksi kesenian dari bidang seni apapun tidak dapat dimiliki secara terbatas oleh segelintir orang saja apalagi hanya oleh panitia pelaksana acara tersebut. Sebuah acara yang mendatangkan lebih dari satu orang adalah milik bersama dari semua orang yang hadir bersama - sama dan beraktivitas didalam acara tersebut.

CHOCO PASTA, ROTA, LEMON DJIN, PRISONER OF GABY, dan seluruh orang yang berada di sekitar Coffie Stelsel dalam radius 200 meter, kalian telah memiliki dan mengalami sebuah malam yang keras. Keras memberi bunyi, keras memberi hiburan, keras memberi pengalaman, keras memberi kenangan.

Gig : A HARD DAYS NIGHT VOL.1
Tanggal : 18 Juni 2017
Tempat : Coffiestelsel Pontianak

CHOCO PASTA

CHOCO PASTA

ROTA

LEMON DJIN

LEMON DJIN

PRISONER OF GABY

PRISONER OF GABY

Video :


Selasa, 20 Juni 2017

NGABUBUNYIAN #6

Untuk kami secara personal, gig ini hampir anti klimaks, hahahahahaha. Selain tidak ada tema khusus yang ditawarkan (ya memang gak musti ada tema khusus sih, tapi kami masih susah move on dari ngabubunyian sebelumya yang keren banget), branding rokok bang surya (ini juga gak masalah, sekali lagi ini tulisan personal :D ), dan juga salah satu band yang kami harapkan di acara ini batal main karena alasan yang malesin. Tapi selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, selalu ada berkah dibalik setiap kesabaran.

Kami tetap bertahan di area Parklife Creative Space dengan rasa penasaran terhadap Rifqi Luthfian dan Lawangkain Ansambel. Selain itu seperti biasa Parklife Creative Space selalu hidup dengan berbagai aktivitas seru, ada yang main PlayStation yang disediakan rokok bang surya, ada yang lagi asik goreng lumpia buat berbuka puasa, juga tidak ketinggalan misi utama dari acara ini lapak barang second yang hasilnya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Acara dibuka oleh penampilan SECANGKIR KOPI, sebuah band yang lumayan banyak dapat panggung di Pontianak. Selain karena performa manggung nya yang rapi, mereka juga selalu tampil dengan mengcover lagu - lagu Top 40 yang jelas mengundang "sing along" tipis dari penonton. Penampil kedua adalah Rifqi Luthfian, seorang solois yang sepertinya tidak terlalu mendapat sorotan. Rifqi Luthfian tampil sangat baik sore itu, lagu - lagu miliknya yang dibawa diatas panggung banyak menyiratkan gundah dan juga resah. Kalau selama ini line up Pensi SMA ataupun Kampus Pontianak cuma berputar - putar di Coffternoon, Manjakani, Reza&Miranda, serta LAS!, sudah selayaknya Rifqi Luthfian juga mendapatkan tempat.

Ada satu band yang batal tampil di acara sore itu, BANDIT. Sebuah band hardcore yang diisi muka - muka lama yang juga sudah sempat cukup lama absesn dari peredaran musik underground Pontianak. Salah satu lagu mereka yang berjudul ATAS NAMA juga ikut mengisi album kompilasi REPELITA VOL.1 yang dirilis oleh PTK Distribution. Band ini juga diisi oleh personil - personil yang sangat baik kualitas permainannya. Sayang sekali BANDIT harus batal tampil karena sebuah masalah teknis yang sederhana.

Penampil penutup dan juga bisa dibilang pamungkas sore itu (bahkan sampai selepas maghrib) adalah LAWANGKAIN ANSAMBEL. Lagi - lagi ini sebuah kejutan yang datang dari IKAN MAS, sebuah komunitas musik mahasiswa/i FKIP Jurusan Seni Universitas Tanjungpura. Band ini tampil dengan berbagai instrumen yang tidak pernah terlihat di band - band lain di komunitas musik Pontianak, ada contra bass, tempayan yang jadi gendang(???), sebuah djimbe berukuran kecil, dan juga klarinet. Tampaknya ilmu seni musik yang mereka dapatkan lewat jalur formal tidak hanya berhenti di lembaran tugas kuliah ataupun ujian praktik semata, tapi ilmu tersebut justru jadi pemantik kreativitas yang mereka tampilkan untuk meramaikan komunitas musik Pontianak. Saya sangat yakin, IKAN MAS sudah selayaknya mengeluarkan sebuah album kompilasi dari band/musisi/seniman yang ada didalam komunitas mereka. Ayo jadikan!!!!!!!! Melalui semua alat musik tadi Lawangkain Ansambel menghadirkan musik yang bernuansa retro, cocok untuk soundtrack ketika kalian sedang dinner dengan pasangan.

Entah masih ada atau tidak NGABUBUNYIAN di weekend terakhir bulan puasa tahun 2017 ini. Yang jelas semua pasti setuju kalau acara seperti ini wajib hadir lagi bulan puasa tahun depan!



























Senin, 12 Juni 2017

FOOD NOT BOMBS PUNK PONTIANAK

Mendapat sebuah kabar lainnya yang sangat positif dari teman - teman komunitas Punk Pontianak. Beberapa dari mereka mempunyai inisiatif untuk melakukan kegiatan berbagi makanan atau dikenal juga dengan istilah Food Not Bombs. Food Not Bombs sendiri adalah sebuah kegiatan politis yang memiliki banyak makna yang jauh lebih dalam, tapi tak perlu dipusingkan mengenai istilah karena intinya teman - teman ini mau berinisiatif sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.

Info mengenai kegiatan ini kami dapatkan dari salah satu partisipan mereka yang bernama Yoga Journey. Dan berdasarkan foto dan video yang kami dapatkan, kegiatan ini diadakan atas nama komunitas BOM RANJAU. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 11 Juni 2017 di sepanjang jalan Imam Bonjol hingga ke jalan Gajah Mada Pontianak. 

Semoga kegiatan seperti ini adalah trigger untuk aksi yang lebih banyak dan lebih konsisten lagi dari teman - teman punk Pontianak. Beberapa waktu belakangan memang street punk tiba - tiba menjadi sebuah pemandangan yang sangat umum di jalanan Pontianak. Ramainya gig musik turut menjadi alasan kemunculan remaja - remaja ini. Setelah itu sejalan dengan menurunnya intensitas penyelenggaraan gig musik di Pontianak, kehadiran mereka pun turut berkurang. Semoga melalui kegiatan ini dan melalui teman - teman pelaksana kegiatan ini bisa turut menularkan inspirasi berbagai kegiatan kepada teman - temannya yang lain.








SELAMAT BERBUKA PUISI x NGABUBUNYIAN #5

Bahagia bisa datang sendiri, karena kita seringnya kecewa karena terlalu tinggi ber-ekspektasi.
Gig NGABUBUNYIAN #5 kemarin sungguh luar biasa. Sudah lama tidak merasakan suatu hal yang berbeda dari sebuah acara musik. Rangkaian NGABUBUNYIAN kali ini diadakan secara kolaborasi dengan SELAMAT BERBUKA PUISI. Kami tidak punya banyak informasi mengenai SELAMAT BERBUKA PUISI, mungkin itu nama sebuah acara baca puisi rutin yang diadakan teman - teman komunitas KALBAR MEMBACA.

Semenjak awal Adit (salah satu tim pelaksana) menghubungi kami untuk turut berpartisipasi sebagai pelapak zine, tidak ada duga - duga yang kami lakukan. Hanya sekedar gig musik, diselingi dengan sesi obrolan lepas, dan dilengkapi dengan lapak baca zine dan buku. Selain itu, di kepala kami hanya tersisa rasa penasaran akan venue tempat pelaksanaan acara yang mengambil lokasi di tepian Sungai Kapuas.

Hujan mengawali acara NGABUBUNYIAN sore itu, bahkan jauh sebelum teman - teman tim pelaksana selesai mengatur tata letak sound system. Beruntung alam sangat bersahabat, tepat selepas adzan Ashar berkumandang hujan pun mereda menyisakan rintik-rintik kecil penghasil cemas. Tidak butuh waktu lama untuk persiapan sound system. Area tempat acara yang tidak terlalu besar ditambah profesionalitas yang sudah sejak lama dimiliki MM SOUND SYSTEM dan kerja sama yang apik dari teman - teman Parklife People membuat semua siap pakai dalam tempo kurang dari satu jam. Lapak zine dari PTK Distribution dan juga lapak buku dari Kalbar Membaca sudah tergelar dan mengundang perhatian dan rasa pensaran anak - anak kecil di sekitar Gg.Kamboja. Tidak lupa juga lapak barang - barang bekas yang dijual dalam rangka pengumpulan uang untuk amal.

Acara dibuka dengan sesi obrolan menarik dengan Bernard Batubara dan Abah Zailani Abdulah Al Mutahar yang berbagi pengalaman mereka di dunia literasi. Menarik sekali dalam acara ini, para penulis dan komunitasnya bisa berada dalam satu tempat dan momen dengan para penggiat musik. Dimana keduanya mungkin saja sama - sama memiliki ketertarikan terhadap musik dan literasi, tapi jarang bertemu dalam suatu acara untuk saling bersinergi membuka kemungkinan kolaborasi dan ide - ide lebih lanjut. Sesi obrolan ditutup dengan rasa puas dari para hadirin, terutama mendengar bagaimana pengalaman Abah Zailani yang sudah memulai kegemarannya terhadap literasi dari zaman mesin ketik. Sesi berikutnya adalah pembacaan puisi dari para pengunjung. Sebuah pengalaman menikmati hiburan yang luar biasa, mendengarkan puisi dibacakan dengan iringan musik yang lembut di tepi Sungai Kapuas pada suatu sore remang sehabis hujan. Dan acara ditutup dengan penampilan dari MANJAKANI dan PUCK MUDE sebagai pelantun nada penghantar berbuka puasa.












text-align: center;">

Sabtu, 10 Juni 2017

ROTA - Kite Saudare (New Single 2017)

ROTA (Rise of the antelope) adalah satu dari banyak band yang terus berkarya namun minim jadwal manggung. Semenjak kemunculannya di 2013, setiap tahunnya selalu saja membuat sesuatu entah itu demo, ep, split album, atau single seperti tahun ini.
KITE SAUDARE adalah judul lagu single yang dirilis oleh ROTA secara fisik dan digital tahun ini. Judul lagu yang juga sepertinya terinspirasi dari movement anonimus di dunia maya #kitesaudare yang dibuat sebagai respon atas meningkatnya isu perpecahan serta kebencian SARA, juga movement ini dibuat sebagai harapan dan usaha untuk menumbuh kembangkan perdamaian.

Secara garis besar ROTA tidak banyak merubah warna musiknya pada single ini, D-beat dengan riff - riff gitar miring. Proses pengerjaan lagu ini tidak berlangsung lama, karena memang proyek single inipun sebenarnya adalah spontanitas dalam merespon isu yang telah disebut diatas.

Berikut adalah penjelasan atau mungkin release statement yang disalin dari ROTA :

"KITE SAUDARE is the single from ROTA that released in 2017. The lyric talk about being friends and even family with people without race, skin color, religion, ethnicity, or any backgrounds as a blockade. Just let diversity naturally came to enrich our society. Not to judge, not to hate, just to love.

----------------------------------------------

KITE SAUDARE adalah single dari ROTA yang dirilis pada tahun 2017. Liriknya bercerita tentang menjadi teman bahkan keluarga dengan sesama tanpa menempatkan ras, warna kulit, agama, suku, atau latar belakang apapun sebagai penghalang. Mari biarkan keberagaman memperkaya masyarakat kita secara alamiah. Tidak menghakimi, tidak membenci, hanya mencinta.

Kite saudare direkam di DONZ Studio Pontianak. Operator, mixing, dan mastering dilaukan oleh Rio Salenko.
Single ini juga dirilis dalam bentuk 3" Cd-r oleh PTK Distribution.
ROTA dalam rekaman ini adalah Wahyu, Ucup, Reri, Aldiman, Rio."


Single ini juga dirilis dalam format fisik dan bisa didapatkan melalui PTK Distribution 
seharga Rp 5.000 .