Rabu, 30 November 2016

MANJAKANI rilis Single berjudul ASMARAWEDA

MANJAKANI adalah sebuah grup duo akustik dari dua sejoli Topan dan Nabila. Kami menyaksikan mereka pertama kali saat launching EP Lima Pagi. Semenjak saat itu mereka memang rajin tampil di berbagai acara musik di Pontianak. Kehadiran mereka menyegarkan dan menenangkan. Hari ini, mereka merilis sebuah single berjudul ASMARAWEDA. Lagu ini sudah sangat sering dibawakan ketika manggung. Lagu ini juga bisa di download resmi di websiter Rolling Stone Indonesia. Selain itu, terdapat juga sebuah video lirik yang diunggah melalui akun You Tube Manjakani.
Selamat menikmati ! :)






Beberapa dokumentasi gig terbaru!!!

Berikut adalah video dokumentasi dari beberapa gig musik yang diadakan di Pontianak beberapa minggu yang lalu :


SIKSA KUBUR WEST BORNEO TOUR 2016
Siksa Kubur telah merampungkan tour pertama untuk album ke delapan mereka. Kalimantan Barat menjadi daerah pertama yang mereka jajal untuk melakukan tour promo album ini. Pontianak, Sintang, Ketapang, Pak Kaduk, dan Singkawang telah menjadi saksi bagaimana mereka merayakan 20 tahun perjalanan band ini. Walaupun sempat banyak kendala, tapi tour ini tetap patut disyukuri dan menjadi catatan sekaligus trigger tersendiri bagi scene Kalimantan Barat.




DOSA RINGAN #2
Beberapa waktu yang lalu, sempat ada issue yang entah penting atau nggak mengatakan bahwa scene underground Pontianak akan mati (whaaaaaaaattttt?) dan banyak yang memasang hashtag save gig Pontianak. Hal ini tidak lain adalah akibat dari beberapa gig yang semestinya diselenggarakan dan batal karena tidak mendapat surat izin keramaian dari pihak kepolisian. NYEBELIN! Yang menurut kami menyebalkan justru bukan pihak kepolisian yang tidak memberikan surat izin keramaian. Yang menyebalkan justru reaksi "beberapa" "oknum" di dalam scene yang justru (sempat) menganggap bahwa jalan sudah tertutup, gig underground tidak akan ada lagi, bla bla bla.... Lalu ada juga yang menyalahkan "oknum" EO gig yang abal - abal, karena menyelenggarakan gig musik dengan tidak beres. SUCKS GAK? Kami jujur juga sangat menyayangkan semua ini, kami juga turut prihatin, kami juga sebel sama kepolisian (dengan atau tanpa diberikan surat izin, kalian sungguh sangat wajar kalo sebel sama kepolisian sebagai sebuah instansi, apakah dengan mereka rajin memberi izin untuk acara musik lantas mereka tidak menyebalkan lagi? HAHAHAHAHAHAHA). Tapi kami hanya akan selalu ingat sebuah quote dari sebuah akun instagram yang berkata "ART IS NOT A THING, IT IS A WAY". Kesenian dan segala macam kreatifitasnya seharusnya adalah jalan untuk mengatasi kesulitan, keterbatasan, dan segala halangan. Kalau kesulitan justru membatasi kesenian, lantas dimana esensi kreatifitas nya? Ah, sudahlah.... Beruntung masih banyak pihak - pihak lain yang turut perduli tapi gak mau ambil pusing, dan tetap ingat sebuah potongan kalimat dari lagu nya Beastie Boys yang berkata "You gotta fight for your right to PARTY!"




MINI SHOWCASE PRE-LAUNCHING MORNING MIST"NUERA"
Morning Mist adalah salah satu band yang patut diapresiasi produktivitas nya dalam berkarya. Bongkar pasang personil, pasang dan surut telah mereka lalui semua. Dan kini mereka bersiap - siap untuk kembali menghadirkan album terbaru mereka. Sebelum saatnya tiba, PESTA DULU!!!!!!!

Senin, 28 November 2016

TINY BORNEO DAY OUT #4

TINY BORNEO DAY OUT (selanjutnya disingkat TBDO) adalah sebuah acara musik yang dikelola secara mandiri oleh beberapa penggiat scene musik di Pontianak. TBDO pertama kali diadakan pada tahun 2012 sebagai acara musik yang menjadi ajang silaturahmi band – band dari scene Pontianak dan Kuching (Sarawak-Malaysia). TBDO selanjutnya bukanlah sebuah acara musik yang diadakan secara rutin, profesional, besar, ataupun secara kaku dimiliki oleh “kelompok tertentu”. Hal ini terbukti pada tahun 2012 juga diadakan lagi TBDO yang kedua kali diselenggarakan oleh teman – teman dari dan bertempat di Kuching, Sarawak-Malaysia. TBDO mungkin hanya sebuah nama, tapi melalui acara musik ini semua pihak yang terlibat di dalamnya, mau itu penyelenggara ataupun band yang main dan penonton semua saling terlibat sesuai dengan porsi nya masing – masing untuk menyelenggarakan hak nya untuk berekspresi dan bersenang – senang.
TBDO #4 akan diselenggarakan pada Jumat, 16 Desember 2016. Penyelenggaraannya bertepatan untuk menyambut kedatangan band teman dari Singapore bernama The Misfit Ramones yang sedang berkunjung untuk liburan, wisata, dan juga menjalin komunikasi dan persahabatan dengan teman – teman di scene Pontianak. The Misfit Ramones adalah sebuah band punkrock yang akan mengingatkan kita pada sound – sound band seperti Green Day, The Misfits, The Descendents, Ramones. The Misfit Ramones are a punk rock band. They like to mix punk rock music with sarcastic humour and saviour nice culinary delights (diambil dari keterangan yang tertera di facebook page mereka).
Selain The Misfit Ramones, TBDO #4 juga akan diisi oleh dengan penampilan dari beberapa band dari kota Pontianak dan Sanggau. Band – band tersebut adalah :
1. Fight For Free
Sebuah band hardcore yang didirikan di Sanggau lebih dari 10 tahun yang lalu. Telah merilis secara mandiri sebuah EP berjudul “This is what we believe” dengan sound Europe dan 90s hardcore yang kental dan ditambah dengan lirik lagu yang personal.
2. Error Day
Memang tren 80s hardcore punk revivalist yang terjadi belakangan ini cukup menyegarkan dan memberi pilihan warna tersendiri di scene hardcore punk Indonesia. Mereka berani bermain cepat, singkat, dan penuh amarah ditengah – tengah gempuran kehadiran tough guy beatdown kungfu hardcore. Error Day adalah salah satu dari sedikit mereka yang berani tersebut. Band ini adalah band baru dengan muka – muka lama. Hingga saat tulisan ini dibuat mereka sedang melakukan rekaman untuk EP pertama mereka. Sementara kita menunggu EP pertama tersebut rilis, sebuah lagu mereka yang berjudul “Selera+Kesukaan+Fanatisme=Fasis” dapat kita dengarkan dalam CD album komplasi REPELITA yang dirilis PTK Distribution.
3. ROTA
Hingga 3 tahun usia mereka masih banyak yang menganggap mereka adalah KORRUPT, untunglah ini bukan sebua masalah untuk mereka. Untunglah mereka bisa membuktikan eksistensi dengan produksi, 3 tahun dan 4 rilisan CD demo, EP, dan juga Split. Secara sederhana ROTA kita deskripsikan saja memainkan d-beat hardcore punk, beat dan sound yang juga bisa kalian dengarkan di band – band seperti Tragedy, Hellowar, Kontrasosial.
4. Dennis Legstone
Mereka datang dari Sanggau dengan musik pop punk yang berisi semangat khas anak muda trendy, riang, ceria, dan optimis. Band ini hanyalah salah satu contoh potensi yang patut diperhatikan pergerakannya dari scene musik Sanggau. Dennis Legstone juga sedang mempersiapkan EP pertama mereka yang berisi materi – materi pop punk yang menjanjikan.
5. Botol Pecah
“Kami ada, kami nyata, sama rata”, begitulah bunyi slogan dari Pontianak Grunge komunitas band ini berasal. Botol Pecah bagaikan sebuah gunung api aktif berisi magma panas yang mengeluarkan lahar panasnya sedikit demi sedikit dan konstan. EP Pertama mereka dirilis pada saat Record Store Day 2016 dan mendapatkan apresiasi yang cukup memuaskan. Dan hingga saat tulisan ini dibuat mereka sedang merampungkan tahap akhir produksi video klip lagu “Dolls In TV”, patut ditunggu!
TBDO #4 akan diselenggarakan mengambil tempat di lantai dua Sugeban Alianyang. Memanfaatkan tempat sebuah ruang rapat yang berukuran “pas” dengan fasilitas AC, dimana tentu saja ada sebuah peraturan baku yang mengikutinya “Dilarang Merokok Di Dalam Tempat Acara”. Sugeban Alianyang sendiri adalah sebuah cafe dan restoran yang sangat pas untuk dijadikan tempat ngumpul ataupun diskusi untuk memaksimalkan ide – ide di dalam komunitas ataupun perorangan.
Demikianlah pengantar singkat TBDO #4. Silahkan datang jika kalian memang berniat mencari hiburan dan pengalaman. Silahkan siapkan uang sejumlah Rp 15.000,- yang akan kalian gunakan untuk membayar masuk ke dalam tempat acara dan sekaligus mendapatkan minuman gratis untuk satu orang. Silahkan bawa uang lebih untuk membeli merchandise, zine, rilisan CD dan kaset yang dijual di sekitar tempat acara, ataupun untuk membeli minuman dan makanan dan makanan nikmat yang disediakan di Sugebang Alianyang.



TINY BORNEO DAY OUT #4
Jumat, 16 Desember 2016
Sugebang Alianyang
Jl. Alianyang No.36, Sungai Bangkong,
Pontianak Kota
Harga Tiket Masuk (sudah termasuk minuman gratis) : Rp 15.000,-
Jam 18.00 s.d. 22.00
Band :
1. The Misfit Ramones (Singapore)
2. Fight For Free
3. Error Day
4. ROTA
5. Dennis Legstone (Sanggau)
6. Botol Pecah
DILARANG MEROKOK DI DALAM TEMPAT ACARA!!


Selasa, 08 November 2016

Flyer gig lokal untuk minggu ini

Show keempat dalam rangkaian tur SIKSA KUBUR di Kalimantan Barat. Pak Kaduk sebuah desa yang asri berada di kaki bukit. Semoga gig - gig yang diselenggarakan di desa - desa kecil tidak hanya sekedar menjadi hiburan semalam tapi bisa menjadi pemicu untuk tumbuhnya scene - scene baru yang solid.


Di Pontianak sudah semakin rutin yah mendatangkan band - band dari Pulau Jawa untuk tampil di gig lokal. Semoga ini juga bukan sekedar hiburan atau bahkan hanya sekedar menjadikan kita penonton mereka, tapi justru menjadi jalan komunikasi agar mereka melihat eksistensi scene di luar Pulau Jawa



 Salah satu komunitas/tongkrongan musik di Pontianak yang cukup aktif dan selalu semangat dengan etos kemandiriannya, Pontianak Grunge. Mereka kembali lagi dengan gig nya yang selalu disetting akrab dan menampilkan band - band "yang lain" dari Pontianak.

Beberapa video terbaru band - band Pontianak



Morning Mist akan segera merilis album terbarunya bulan ini. Lagu Terror adalah lagu kedua yang sudah mereka lepas sebagai pemanasan sesudah Nuera.




BANDIT bisa dibilang sebuah band baru di Pontianak, namun personil - personil di dalamnya bukan wajah asing lagi. Beberapa dari mereka adalah orang - orang yang dulu aktif dan untuk beberapa waktu sempat vakum nge band di scene underground lokal. Kini mereka kembali dengan semangat baru dan semoga video yang diunggah ke saluran Hardcore World Wide ini juga akan berdampak baik untuk BANDIT sendiri dan scene Pontianak umumnya.



Video dari band WAR FOR WOLF, band hardcore dari tongkrongan Maxor Records.